Categories
Business

Makin Panas! AS Perintahkan Seluruh Kapalnya Menjauh dari Perairan Iran

Makin Panas! AS Perintahkan Seluruh Kapalnya Menjauh dari Perairan Iran
Foto: US Navy

JAKARTA – Amerika Serikat telah mengeluarkan pedoman baru kepada kapal-kapal berbendera AS yang melintasi Selat Hormuz. AS menyerukan agar mereka menjauhi perairan teritorial Iran di tengah ketegangan antara Washington dan Teheran.

Peringatan tersebut dikeluarkan oleh Administrasi Maritim AS pada hari Senin, juga mendesak para kapten kapal Amerika untuk tidak memberikan izin kepada pasukan Iran untuk menaiki kapal-kapal AS.

‘’Jika pasukan Iran menaiki kapal dagang berbendera AS, awak kapal tidak boleh melawan secara paksa pihak yang menaiki kapal. Menahan diri dari perlawanan paksa tidak berarti persetujuan atau kesepakatan terhadap penaiki kapal tersebut,”bunyi pedoman tersebut,’’dikutip dari Aljazeera, Selasa (10/2/2026).

“Disarankan agar kapal dagang berbendera AS yang melintasi perairan ini tetap sejauh mungkin dari laut teritorial Iran tanpa mengorbankan keselamatan navigasi,”

”Saat melintasi Selat Hormuz ke arah timur, disarankan agar kapal-kapal tersebut melintasi dekat laut teritorial Oman,”tulis pedoman tersebut.

Rekomendasi ini muncul setelah AS dan Iran mengadakan pertemuan di Oman pada hari Jumat.

Hal ini menyusul retorika dan ancaman yang meningkat selama beberapa minggu yang membawa kedua negara ke ambang perang.

Categories
Business

Krisis Mata Uang Global: Nilai Tukar Melemah, Pasar Dunia Terguncang

1 Februari 2026 – Jakarta

Nilai tukar mata uang utama dunia mengalami penurunan tajam dalam beberapa hari terakhir, menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku pasar dan investor internasional. Data terbaru menunjukkan dolar AS, euro, dan yen Jepang semua melemah terhadap sebagian besar mata uang komoditas dan regional.

Penyebab Turunnya Mata Uang Global

Para analis mengaitkan pelemahan ini dengan beberapa faktor utama:

Kebijakan moneter longgar dari beberapa bank sentral besar, yang meningkatkan suplai mata uang dan menekan nilai tukarnya.

Kondisi ekonomi global yang melambat, termasuk penurunan pertumbuhan di sektor manufaktur dan ekspor utama di Asia dan Eropa.

Ketidakpastian geopolitik, terutama ketegangan perdagangan dan konflik regional, yang mendorong investor mencari aset safe haven lain seperti emas.
Dampak pada Pasar dan Konsumen

Turunnya nilai mata uang global berdampak luas:

Harga komoditas impor naik, memicu inflasi di beberapa negara berkembang.

Investor asing berhati-hati, sehingga pasar saham di beberapa bursa mengalami volatilitas tinggi.

Perusahaan multinasional menyesuaikan strategi bisnis, terutama terkait pengiriman barang dan kontrak internasional.

Prediksi ke Depan

Ekonom memprediksi tren pelemahan ini kemungkinan akan berlanjut dalam beberapa bulan mendatang jika kondisi ekonomi global tidak menunjukkan tanda pemulihan signifikan. Beberapa pihak menyarankan bank sentral untuk meninjau kebijakan suku bunga dan likuiditas agar stabilitas finansial tetap terjaga.

Kesimpulan

Pelemahan mata uang global menjadi sinyal peringatan bagi pasar internasional. Investor, pelaku bisnis, dan pemerintah di seluruh dunia perlu mengantisipasi dampaknya untuk mengurangi risiko ekonomi jangka panjang.