Categories
Business

Hari Ketiga Pencarian Longsor Bandung Barat, Tim SAR Temukan 38 Kantong Jenazah

Upaya pencarian dan evakuasi korban longsor di wilayah Bandung Barat memasuki hari ketiga pada Selasa (—). Tim SAR gabungan melaporkan jumlah kantong jenazah yang berhasil dievakuasi hingga saat ini telah mencapai 38 kantong.

Proses pencarian dilakukan secara intensif oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan, serta warga setempat. Meski cuaca sempat tidak bersahabat, tim tetap melanjutkan operasi dengan mengutamakan keselamatan personel di lapangan.

Koordinator SAR Bandung Barat menyampaikan bahwa sebagian besar korban ditemukan tertimbun material longsor berupa tanah, batu, dan puing bangunan. Medan yang sulit serta ketebalan material longsor menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi.

“Pencarian masih terus dilakukan karena diduga masih ada korban lain yang belum ditemukan. Kami menggunakan alat berat serta pencarian manual di titik-titik yang dicurigai,” ujar salah satu petugas SAR di lokasi.

Selain melakukan pencarian korban, tim gabungan juga mengevakuasi warga yang berada di sekitar area rawan longsor. Pemerintah daerah telah mendirikan posko pengungsian serta dapur umum untuk memenuhi kebutuhan para penyintas.

Bencana longsor ini dipicu oleh intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Bandung Barat dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah setempat mengimbau warga yang tinggal di daerah rawan untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas demi menghindari potensi longsor susulan.

Hingga saat ini, data korban masih terus diperbarui seiring berjalannya proses pencarian. Operasi SAR direncanakan akan terus dilanjutkan sampai seluruh korban ditemukan.

Categories
Business

KBRI Phnom Penh Tangani 1.440 WNI yang Keluar dari Sindikat Penipuan Daring

KBRI Phnom Penh Tangani 1.440 WNI yang Keluar dari Sindikat Penipuan Daring
Ribuan WNI korban sindikat online scam di Kamboja mendatangi KBRI Phnom Penh. (Foto: Dok. Kemlu RI)

PHNOM PENH — Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh, Kamboja telah menerima kedatangan ribuan warga negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya keluar dari sindikat penipuan daring (online scam) di berbagai provinsi di Kamboja. Selama periode 16–20 Januari 2026, KBRI Phnom Penh menerima 1.440 aduan WNI.**

Menurut keterangan resmi Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu RI), gelombang kedatangan terbesar terjadi pada Senin (19/1/2026), sejumlah 520 WNI dalam satu hari. Arus kedatangan WNI diprediksi masih akan berlanjut selama beberapa waktu ke depan, terutama jika memperhatikan tren penindakan oleh aparat hukum setempat.

Permasalahan utama dari mereka adalah tidak memegang paspor dan menetap di Kamboja tanpa perizinan keimigrasian yang valid. Proses pendataan dan asesmen terus dilakukan terhadap WNI yang melapor ke KBRI.

Pihak KBRI telah memulai pembuatan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) secara masif bagi para WNI yang telah melengkapi proses pendataan. WNI yang sakit telah dibawa ke fasilitas kesehatan. Per Selasa pagi (20/1/2026), terdapat 4 WNI yang telah kembali ke tanah air secara mandiri.

KBRI juga terus melakukan koordinasi erat dengan otoritas Pemerintah Kamboja, termasuk kepolisian dan imigrasi, untuk mempercepat proses deportasi WNI. Saat ini tengah difinalisasi mekanisme untuk keringanan denda overstay dan percepatan pembuatan exit permit oleh Imigrasi Kamboja.

KBRI Phnom Penh mengimbau WNI yang telah keluar dari lokasi penipuan daring dan masih berada di wilayah Kamboja untuk segera melapor ke KBRI, agar dapat memperoleh bantuan dan fasilitasi kekonsuleran yang diperlukan untuk kepulangan ke Indonesia. KBRI juga mengingatkan WNI untuk waspada terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan KBRI Phnom Penh.

Categories
Business

Jatuh ke Jurang 20 Meter, Jenazah Pendaki Gunung Slamet Berhasil Dievakuasi

Jatuh ke Jurang 20 Meter, Jenazah Pendaki Gunung Slamet Berhasil Dievakuasi
Tim Basarnas evakuasi jenazah Ali di Gunung Slamet (foto: dok Basarnas)

JAKARTA – Upaya pencarian tim SAR gabungan terhadap Syafiq Ridhan Ali Razan atau Ali (18), pendaki Gunung Slamet yang dilaporkan hilang sejak Selasa, 30 Desember 2025, akhirnya membuahkan hasil. Jenazah Ali berhasil ditemukan dan dievakuasi pada Kamis 15 Januari 2026.

Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, mengatakan korban ditemukan di sisi selatan lereng Gunung Slamet, tepatnya di jalur turun menuju Basecamp (BC) Gunung Malang, yang bukan merupakan jalur pendakian awal korban.

“Lokasi jatuhnya Ali berada di sisi selatan lereng pada jalur turun menuju BC Gunung Malang. Artinya, bukan jalur pendakian saat Ali naik, yaitu melalui BC Dipajaya,” ujar Budiono, Kamis (15/1/2026).

Menurut Budiono, korban ditemukan pada Rabu 13 Januari 2026 atau hari ke-16 pencarian, sekitar pukul 10.49 WIB, di area sekitar Pos 9 pendakian, di dasar lereng yang tidak jauh dari batas vegetasi. Namun, proses evakuasi tidak dapat langsung dilakukan karena kondisi medan dan cuaca.

“Alhamdulillah, kondisi jenazah saat ditemukan masih utuh sehingga mudah dikenali. Untuk penyebab meninggalnya korban, pihak RSUD Goeteng Taroenadibrata Purbalingga yang akan menyampaikan secara resmi,” tuturnya.

Ia menjelaskan, cuaca yang tidak bersahabat disertai kabut tebal membuat tim SAR harus menunda evakuasi demi keselamatan personel. Evakuasi baru dapat dilakukan pada Kamis (15/1/2026) pagi sekitar pukul 07.00 WIB.

Dari kedalaman jurang sekitar 20 meter, tim SAR gabungan bahu-membahu mengevakuasi jenazah siswa kelas XII SMAN 5 Magelang tersebut menuju BC Gunung Malang, Kabupaten Purbalingga. Cuaca yang cukup cerah membantu kelancaran proses evakuasi hingga akhirnya jenazah tiba di basecamp sekitar pukul 14.30 WIB.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tim SAR gabungan yang telah berupaya maksimal hingga berhasil menemukan saudara Ali, apa pun keadaannya, sehingga almarhum dapat dimakamkan secara layak oleh keluarga,” ujar Budiono.

Ia berharap kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. “Kami dari Basarnas mengucapkan terima kasih dan semoga kejadian seperti ini tidak terjadi lagi,” pungkasnya.

Dari kedalaman jurang sekitar 20 meter, tim SAR gabungan bahu-membahu mengevakuasi jenazah siswa kelas XII SMAN 5 Magelang tersebut menuju BC Gunung Malang, Kabupaten Purbalingga. Cuaca yang cukup cerah membantu kelancaran proses evakuasi hingga akhirnya jenazah tiba di basecamp sekitar pukul 14.30 WIB.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tim SAR gabungan yang telah berupaya maksimal hingga berhasil menemukan saudara Ali, apa pun keadaannya, sehingga almarhum dapat dimakamkan secara layak oleh keluarga,” ujar Budiono.

Ia berharap kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. “Kami dari Basarnas mengucapkan terima kasih dan semoga kejadian seperti ini tidak terjadi lagi,” pungkasnya.

Categories
Business

Gibran Ditagih Solusi Jangka Panjang saat Tinjau Banjir di Kalsel

Gibran Ditagih Solusi Jangka Panjang saat Tinjau Banjir di Kalsel
Gibran saat Tinjau Banjir di Kalsel (foto: dok Setwapres)

JAKARTA – Saat meninjau banjir di Desa Sungai Tabuk, Kalimantan Selatan (Kalsel), Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dihampiri sejumlah mahasiswa, pada Kamis 8 Januari 2026. Meski sempat dihalangi Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), para mahasiswa akhirnya dapat menyampaikan aspirasi mereka secara langsung kepada Gibran.

Berdasarkan unggahan video akun Instagram @setwapres.ri, seorang mahasiswa yang mengenakan rompi meminta Gibran untuk mencari solusi jangka panjang dalam penanganan banjir di Kalimantan Selatan.

“Kami mau solusi jangka panjang, 10 sampai 50 tahun ke depan. Karena lima tahun itu tidak cukup untuk menjawab permasalahan di Kalimantan Selatan,” kata mahasiswa tersebut kepada Gibran.

Mahasiswa lainnya menyampaikan bahwa banjir di desa tersebut merupakan kejadian musiman yang terjadi hampir setiap tahun.

“Banjir ini terus terjadi setiap tahun, Pak. Tapi baru kali ini yang sampai ke atap rumah dan membuat warga harus mengungsi. Harapannya kami juga memastikan bahwa harus ada solusi nyata, Pak,” ucapnya.

Mahasiswa terakhir yang menyampaikan aspirasi menegaskan bahwa kehadiran Gibran di Desa Sungai Tabuk harus dibarengi dengan komitmen pemerintah dalam mencari solusi jangka panjang penanganan banjir. Ia menyoroti persoalan sumur resapan serta tata ruang dan zona hijau di Kalimantan Selatan.

“Kami sampaikan ini ke Bapak karena Bapak sebagai RI 2 di sini dapat menyampaikan kepada menteri-menteri terkait, seperti Menteri ESDM dan lainnya,” ujarnya.

“Karena hari ini Bapak bisa melihat bagaimana Kalimantan Selatan memberikan izin tambang batu bara, kelapa sawit, dan lain sebagainya, termasuk tata ruang kota. Bagaimana kemudian kita tidak memiliki sumur resapan dan sebagainya,” sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gibran merespons secara positif aspirasi para mahasiswa. Ia berjanji pemerintah pusat dan daerah akan mencarikan solusi terbaik untuk penanganan banjir di Kalimantan Selatan.

“Mulai dipikirkan solusi jangka panjangnya, yaitu sungainya. Apakah ada pendangkalan atau tata ruang yang tidak sesuai, seperti zona hijau yang berubah menjadi perumahan,” kata Gibran.

Banjir yang kembali melanda Kalimantan Selatan menjadi alasan Gibran meninjau langsung lokasi terdampak. Menurutnya, wilayah tersebut membutuhkan penanganan ekstra agar ke depannya terbebas dari bencana banjir.

“Kenapa saya ke sini? Karena saya melihat ini terulang kembali. Surutnya lama dan perlu atensi khusus. Dan ini, Pak, kalau ada teman-teman mahasiswa dari kampus, diterima. Tapi kalian juga harus memberikan solusi,” ucapnya.

Categories
Business

Usai Dibersihkan, Polisi Pastikan SMP dan SMA di Aceh Siap Gelar KBM Hari Ini

JAKARTA – Polri memfokuskan pemulihan pascabencana alam di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Salah satu percepatan perbaikan yang dilakukan adalah pada fasilitas pendidikan atau sekolah.

Salah satunya dilakukan personel Polres Langsa, Aceh, bersama Dewan Guru SMP Negeri 2 yang melaksanakan kegiatan bakti sosial pembersihan lingkungan sekolah terdampak banjir.

Kapolres Langsa AKBP Mughi Prasetyo Habrianto menegaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari kesiapsiagaan dan kepedulian Polri dalam penanganan pascabencana, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap dunia pendidikan.

“Akan terus bersinergi dengan instansi terkait dan masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana serta pemulihan pascabencana, sehingga fasilitas dan sarana pendidikan dapat segera digunakan kembali dan proses belajar mengajar berjalan normal,” katanya, Minggu (4/1/2026).

Personel Polres Langsa turun langsung ke lokasi untuk melakukan pembersihan. Dengan peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, dan kereta dorong, personel Polri bersama para guru bergotong royong membersihkan lumpur di halaman dan ruang kelas agar sarana pendidikan dapat segera difungsikan kembali.

Kegiatan aksi kemanusiaan ini mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Kepala SMP Negeri 2 Langsa, Abdul Muthalib, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Polri.

“Saya mengucapkan terima kasih, Polri untuk masyarakat, khususnya personel Polres Langsa yang pada hari ini sudah bersedia hadir membantu bergotong royong membersihkan lumpur pascabencana banjir bandang di halaman dan ruang-ruang belajar SMP Negeri 2,” ujarnya.

Ia menambahkan, bantuan tersebut sangat berarti bagi keberlangsungan pendidikan para siswa. “Insyaallah, dengan adanya bantuan dari Polri, anak bangsa di SMP Negeri 2 Langsa siap untuk belajar kembali pada tanggal 5 Januari 2026,” tuturnya.

Sementara itu, hal serupa juga dilakukan oleh jajaran Polres Bireuen. Polisi dan warga bersinergi membersihkan lingkungan UPTD SMA Negeri 1 Peusangan, Desa Blang Asan, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen. Sekolah tersebut merupakan salah satu fasilitas pendidikan yang terdampak banjir akibat tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir. 

Pascasurutnya air, sisa lumpur dan material banjir masih mengendap di sejumlah titik lingkungan sekolah sehingga membutuhkan penanganan cepat agar aktivitas belajar mengajar dapat kembali berjalan normal. Dengan selesainya pembersihan lingkungan sekolah, UPTD SMA Negeri 1 Peusangan diharapkan dapat segera digunakan kembali untuk mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar (KBM) para siswa pada Senin, 5 Januari 2026.